PT Fasic Indonesia Bergabung dalam Skema PJLH, Perkuat Upaya Konservasi Sumber Daya Air di Cianjur

Foto bersama usai penandatanganan PKS PJLH antara PT Fasic Indonesia dan FKPDAS Kabupaten Cianjur (17/06), Foto: P4W IPB University

CIANJUR [17/06] — Upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air di Kabupaten Cianjur kembali mendapat dukungan dari sektor swasta. PT Fasic Indonesia, perusahaan manufaktur garmen skala besar yang beroperasi di Kabupaten Cianjur, resmi bergabung dalam skema Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Kabupaten Cianjur pada Selasa (17/6).

Dengan bergabungnya PT Fasic Indonesia, jumlah perusahaan yang berpartisipasi dalam skema PJLH Kabupaten Cianjur kini mencapai 12 perusahaan. Keterlibatan dunia usaha tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air yang dimanfaatkan oleh masyarakat dan sektor industri.

Skema PJLH merupakan mekanisme kolaboratif yang menghubungkan pihak penerima manfaat jasa lingkungan dengan masyarakat yang berperan menjaga kelestarian kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Melalui skema ini, kontribusi perusahaan disalurkan untuk mendukung berbagai kegiatan konservasi, termasuk perlindungan sumber mata air, pemeliharaan kawasan resapan air, serta pemberian insentif kepada masyarakat yang menjaga fungsi lingkungan.

Lia Amalia, Bidang Pengelola Jasa Lingkungan dan Pengembangan Kemitraan FKPDAS Kabupaten Cianjur menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam PJLH menjadi salah satu bentuk investasi lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pihak.

“Air yang digunakan hari ini berasal dari ekosistem yang dijaga oleh masyarakat di kawasan hulu. Melalui PJLH, perusahaan dapat berkontribusi secara langsung dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang melakukan upaya konservasi,” ujarnya.

Pimpinan PT Fasic Indonesia menyambut baik implementasi PJLH dan menilai program tersebut memiliki dampak positif bagi upaya pengurangan risiko bencana serta pelestarian lingkungan di Kabupaten Cianjur.

“PJLH ini semangatnya sangat bagus. Ke depan, kami berharap semakin banyak titik-titik kritis di Kabupaten Cianjur yang dapat dipulihkan dan dijaga bersama. Upaya konservasi perlu diperkuat terutama di wilayah yang rentan terhadap longsor, banjir, dan kekeringan,” ungkapnya.

Kabupaten Cianjur sendiri memiliki sejumlah wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan kekeringan. Kondisi tersebut menjadikan upaya konservasi kawasan hulu, perlindungan tutupan lahan, serta pemeliharaan infrastruktur konservasi air sebagai langkah penting untuk memperkuat ketahanan lingkungan dan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, skema PJLH diharapkan dapat terus berkembang sebagai instrumen pendanaan berkelanjutan bagi kegiatan konservasi sumber daya air. Bergabungnya PT Fasic Indonesia menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kerja bersama untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Penulis: Taufik Saifulloh

Editor: Andi Y. Saputra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top