Titisan, 21 November 2022
Kekeringan yang melanda di Desa Titisan merupakan suatu permasalahan yang sudah sering terjadi. Akibat dari bencana tersebut berdampak pada masyarakat sekitar desa yaitu terjadinya krisis air bersih. Terjadinya krisis air di desa diduga karena banyaknya sumur bor yang dibangun di wilayah desa. Sebagaimana dilansir pada berita https://radarsukabumi.com/kabupaten-sukabumi/desa-titisan-sukalarang-krisis-air/ selain sumur bor, salah satu penyebab kekeringan di desa karena adanya galian pasir yang berdekatan dengan Kedusunan Cimanggu.
Berawal dari krisis air bersih di Kedusunan Cimanggu yang akhirnya merambah hingga ke semua dusun yang ada di desa. Karena hal tersebut maka dilakukan Survei Sumber Air Bersih di Desa Titisan. Survei dilakukan oleh para peneliti P4W-LPPM IPB didampingi oleh Kepala Desa Titisan berserta staf desa, dihadiri juga oleh Bapak Camat Sukalarang. Survei Sumber Air Bersih bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber air bersih untuk kecukupan air masyarakat sekitar desa. Menurut Kepala Desa Titisan, salah satu faktor penyebab krisis air bersih, semakin banyak pembuatan sumur bor yang dilakukan oleh pelaku industri yaitu keberadaan pabrik sekitar desa dan merambahnya kos-kosan yang dibangun dengan fasilitas sumur bor. Sehingga, terjadi kekeringan dan krisis air bersih. Dengan adanya kejadian tersebut, BPBD memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat, hingga rela mengantri demi mendapatkan air bersih.
