Sosialisasi FKPDAS Cianjur dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai sebagai Sumber Kehidupan Berkelanjutan

[Cianjur, 30 Januari 2025] Desa Kebonpeuteuy Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur merupakan salah satu desa yang memiliki wilayah cukup luas dibawah kaki Gunung Gede Pangrango. Di desa ini juga terdapat beberapa titik mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. “Sumber mata air ini harus kita jaga dan lindungi bersama, salah satu upayanya dengan pengelolaan sampah di sepanjang Sub DAS” – ujar Dewi Sartika S.IP., M.Si., selaku Camat Gekbrong. 

Kabupaten Cianjur pernah ditetapkan dalam status darurat sampah selama 14 hari pada awal tahun lalu (2024). Status ini dicabut setelah Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPAS) Mekarsari selesai. Permasalahan sampah di Kabupaten Cianjur menjadi bayang-bayang warga dan permasalahan lain yang timbul setelahnya, seperti bencana banjir dan kekeringan yang mengancam masyarakat. “Kegiatan sosialisasi ini diharapkan bisa mengubah pola pikir masyarakat dalam gaya hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan dan kesadaran dalam penjagaan titik-titik mata air oleh masyarakat” – Dewi menambahkan dalam sambutannya saat Kegiatan Sosialisasi Program Pembayaran Jasa Lingkungan Hijup (PJLH), 30 Januari 2025.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Cianjur yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur dan Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) – IPB University. Masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani dan beberapa perusahaan turut mengikuti kegiatan sosialisasi termasuk mitra perusahaan FKPDAS Cianjur yaitu PT Tirta Investama.

Ade B. Sutrisman, S.P, M.E. mewakili Ketua FKP DAS Cianjur menjelaskan latar belakang pembentukan forum dan Program Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH) serta pentingnya penjagaan lingkungan khususnya hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cianjur. Forum merupakan perantara masyarakat dengan perusahaan-perusahan di sekitar desa untuk melakukan Program PJLH. “Forum yang baru terbentuk tahun 2024 ini memerlukan banyak dukungan baik dari internal forum yang terdiri dari berbagai stakeholder dan pemerintahan lintas sektor maupun masyarakat sebagai penyedia jasa lingkungan dan perusahaan-perusahan selaku pemanfaat jasa lingkungan” – tambah Ade dalam sambutannya.

Penandatangan kerjasama FKPDAS Cianjur dengan Kelompok Tani Milenial Kayu Manis, Kamis (30/1/2025)

Sebelum memasuki paparan sosialisasi mengenai PJLH, dilakukan penandatanganan kerjasama PJLH antara FKPDAS Cianjur dengan Kelompok Tani Milenial Kayu Manis. Seremonial ini merupakan penandatanganan komitmen bersama dalam pelestarian lingkungan oleh seluruh pihak di Desa Kebonpeuteuy.

Sosialisasi Program Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup dipaparkan oleh Lia Amalia Sa’diahselaku Kepala Bidang Pengelolaan Jasa Lingkungan dan Pengembangan Kemitraan DLH Cianjur. Forum menegaskan wilayah kerjanya yang meliputi seluruh DAS yang ada di Cianjur dengan Sub DAS Cibeleng sebagai pilot project pelaksanaan PJLH Tahun 2025 ini diawali kerjasama dengan PT Tirta Investama di Kecamatan Gekbrong utamanya di Desa Kebonpeuteuy sebagai pilot project dengan pembayaran jasa lingkungan hidup untuk 26 sumur resapan. Diharapkan kedepannya Forum dapat menjalin kerjasama yang lebih luas lagi dengan beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Cianjur. Lia Amalia Sa’diah juga memaparkan beberapa potensi pembayaran jasa lingkungan yang dapat dikerjasamakan dengan perusahaan selain sumur resapan, seperti penanaman pohon, pembuatan lubang biopori, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Pembayaran jasa lingkungan hidup merupakan salah satu pendekatan strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. “Keberhasilan masyarakat dalam mengelola lingkungan adalah sepenuhnya milik masyarakat bukan milik DLH Cianjur” – tambah beliau  menyemangati peserta sosialisasi untuk menjaga lingkungan.

PT. Tirta Investama Cianjur menjadi pemanfaat (buyer) pertama yang difasilitasi oleh FKPDAS Kabupaten Cianjur menyampaikan capaian kontribusinya dalam pembayaran jasa lingkungan. “Sejak 2011 hingga saat ini kami telah melakukan penanaman pohon sebanyak 63.692 terverifikasi oleh BRIN sebanyak 40.441 pohon dan sumur resapan sebanyak 508 unit. Upaya kami ini secara jumlah sudah melebihi batas water balance.” – ujar Uden W. selaku perwakilan PT. Tirta Investama Cianjur.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif dengan peserta yang hadir dan ditutup oleh Lilis Maryamah selaku Kepala Desa Kebonpeuteuy untuk menyampaikan kesan dan pesan pada kegiatan hari ini. Lilis mengucapkan terima kasih kepada Forum yang telah mewadahi kegiatan hari ini dan juga program PJLH untuk Desa Kebonpeuteuy. Kesadaran kolektif masyarakat dalam penjagaan lingkungan harus terus dibangun dan didukung oleh berbagai pihak.

Penulis: Taufik Saifulloh
Editor: Febri Sastiviani Putri Cantika

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top