Koordinasi Kelompok Tani di Desa Gekbrong, Cianjur.

Jumat, 16 Desember 2022. Pertemuan yang diadakan di Desa Gekbrong dengan dihadiri oleh para petani dari KTH Hejo Cipruk, Kelompok Tani Maju Bersama, Kelompok Tani Mekar Tani, Kelompok Wanita Tani Analika dan juga tim peneliti P4W hadir memandu jalannya acara. Agenda FGD kali ini adalah untuk mendiskusikan FPIC dan verifikasi peta dan isu-isu strategis, serta penyusunan rencana aksi kelompok di Desa Gekbrong. Adapun materi yang disampaikan oleh peneliti P4W, Andi Yoga Saputra, M.Si, yaitu “Kolaborasi Multipihak dalam Penyelamatan Kawasan Hulu Sub DAS Cibeleng-Cisatong, Cianjur-Sukabumi”.

Disampaikan bahwa pentingnya kawasan hulu bagi daerah dibawahnya sehingga kawasan hulu perlu ditingkatkan serta dijaga kualitas lingkungannya. Berkembangnya industri di wilayah ini berdampak pada meningkatnya perubahan lahan dan tutupan lahan terbangun setiap tahunnya. Perubahan tersebut dapat meningkatkan potensi bencana alam. Dampak negatif yang ditimbulkan tentunya tidak bisa menjadi dasar untuk menyalahkan salah satu pihak saja. Perlu adanya tanggungjawab bersama untuk melakukan perbaikan terhadap lingkungan. Tanggungjawab bersama ini dilakukan dengan melibatkan stakeholder yang ada di wilayah kajian. artinya perlu ada wadah atau forum bersama dalam melestarikan lingkungan di Sub DAS Cibeleng. Dalam diskusi, masyarakat diajak untuk memahami tren perubahan lahan yang terjadi di Desa Gekbrong dari tahun 2000 hingga 2021 melalui hasil analisis yang telah dilakukan oleh tim P4W. Kemudian disampaikan juga isu-isu strategis yang didapatkan selama berada di lapangan.

Dilanjutkan diskusi dengan para petani, terkait lahan garapan kelompok tani di Desa Gekbrong. Menurut para petani, lahan pertanian kelompok di Desa Gekbrong semakin berkurang ditambah lagi dengan CSR yang tidak sampai ke kelompok untuk mendukung kegiatan kelompok. Padahal disekitar desa beberapa perusahaan kerap kali membuat petani geram dengan limbah perusahaan yang tidak berhasil mereka tangani. Ditambah lagi dengan pembukaan lahan yang terjadi di desa, yaitu pembukaan lahan PTPN 8 yang diduga akan berpotensi bencana longsor, perlu di antisipasi oleh perusahaan tersebut. Dari semua permasalahan yang ada, perlu adanya rencana aksi kelompok untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang akan terjadi. Rencana tersebut tidak terlepas dari harapan untuk bisa mendapatkan dukungan para perusahaan sekitar desa. Dengan adanya kekuatan dan kekompakan dalam menjalankan pertanian yang dimiliki oleh masing-masing kelompok tani, maka sangat memungkinkan para petani untuk ikut mendukung dalam aksi Penyelamatan Kawasan Hulu Sub DAS Cibeleng-Cisatong. Adapun peluang dalam mengkonservasi lahan di sekitar Desa Gekbrong adalah peran dari berbagai pihak, baik itu organisasi masyarakat, para perusahaan di sekitar desa, maupun dari pemerintah daerah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top