FKPDAS Kabupaten Cianjur Tunjukkan Capaian Pengelolaan DAS Berbasis Kolaborasi melalui PJLH Sumur Resapan

Foto bersama peserta Forum Evaluasi Capaian dan Penyusunan Strategi FKPDAS Cianjur Tahun 2026 (13/05), Foto: P4W IPB University

CIANJUR [13/05] —Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Kabupaten Cianjur (FKPDAS Cianjur) menggelar forum evaluasi capaian tahun 2025 sekaligus penyusunan arah strategis program tahun 2026. Kegiatan ini difasilitasi oleh P4W IPB sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola lingkungan dan kolaborasi multipihak dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Cianjur.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Cianjur, Bapperida Kabupaten Cianjur, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, akademisi dari IPB University dan Universitas Suryakancana, perwakilan perusahaan dari AQUA, serta perwakilan Kelompok Tani Milenial Kayu Manis.

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi berbagai pihak dalam memperkuat upaya konservasi lingkungan dan pengembangan mekanisme Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH). Pertemuan menyoroti pentingnya langkah antisipatif terhadap tantangan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari ancaman banjir akibat cuaca ekstrem hingga potensi kekeringan berkepanjangan.

FKPDAS Cianjur dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati pada November 2024 dan menjadi salah satu forum daerah yang dinilai progresif dalam mendorong implementasi skema PJLH. Forum ini hadir untuk merespons berbagai tekanan lingkungan di wilayah hulu, seperti alih fungsi lahan, berkurangnya kawasan resapan air, serta meningkatnya aktivitas pembangunan dan industri yang berdampak pada kualitas jasa ekosistem.

Sepanjang tahun 2025, FKPDAS Cianjur berhasil memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui berbagai kegiatan, di antaranya roadshow kepada perusahaan calon pembayar jasa lingkungan, rapat koordinasi tata lingkungan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, penyusunan regulasi PJLH, lokakarya pengembangan sistem pembayaran jasa lingkungan, serta studi banding ke daerah yang telah menerapkan skema serupa.

Dalam implementasinya, sebanyak 10 perusahaan telah menandatangani nota kesepahaman dan bergabung dalam program PJLH sebagai bentuk kontribusi terhadap konservasi DAS di Kabupaten Cianjur. Kesepuluh perusahaan tersebut yakni PT Tirta Investama, PT Aurora World, PT Notos, PT Sinar Budi Intraco, Perumdam (PDAM) Tirta Mukti Cianjur, CV. Cisarua, PT Tirta Sukses Perkasa, PT Lianhua Leather Industry, PT Sayap Mas Utama, dan PT QL Agrofood.

Melalui partisipasi perusahaan-perusahaan tersebut, program PJLH berhasil menghimpun dukungan konservasi dari total 100 unit sumur yang berkontribusi dalam penguatan upaya pelestarian daerah tangkapan air di Kabupaten Cianjur. Dukungan tersebut diarahkan untuk rehabilitasi lingkungan, penguatan kapasitas masyarakat penyedia jasa lingkungan, dan pengembangan konservasi berbasis masyarakat.

Suasana diskusi Forum FKPDAS Cianjur bersama para pemangku kepentingan dalam mengevaluasi capaian PJLH  (13/05), Foto: P4W IPB University

Forum ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk kunjungan delegasi Danone Global dari Prancis ke lokasi PJLH di Desa Kebonpeuteuy serta benchmarking dari Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup. Hal ini memperkuat posisi FKPDAS Cianjur sebagai salah satu praktik baik pengelolaan lingkungan berbasis kolaborasi di Indonesia.

Dalam diskusi forum, peserta menekankan pentingnya percepatan penerbitan Peraturan Bupati tentang PJLH sebagai landasan hukum implementasi program. Selain itu, forum juga mendorong agar pengelolaan DAS tidak hanya berfokus pada kuantitas air, tetapi juga kualitas air dan persoalan sanitasi masyarakat, termasuk pengelolaan limbah domestik, peternakan, dan industri.

Peserta forum turut menyoroti perlunya integrasi program FKPDAS dengan target pembangunan daerah, seperti peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), penguatan kapasitas air baku, serta penurunan emisi gas rumah kaca. Pendekatan berbasis data dan perencanaan yang lebih terukur juga menjadi perhatian utama untuk memastikan efektivitas intervensi konservasi di lapangan.

Untuk tahun 2026, FKPDAS Cianjur akan memprioritaskan implementasi regulasi PJLH, perluasan jumlah perusahaan pembayar jasa lingkungan, penguatan monitoring dan verifikasi konservasi, rehabilitasi DAS, serta pengembangan sistem informasi PJLH berbasis web. Forum juga berkomitmen memperluas pelibatan masyarakat dan kelompok tani dalam skema konservasi berkelanjutan.

Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, FKPDAS Cianjur berharap pengelolaan DAS di Kabupaten Cianjur dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan demi menjaga ketahanan lingkungan dan sumber daya air di masa depan.

Penulis: Taufik Saifulloh

Editor: Andi Y. Saputra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top