Kebonpeuteuy, CIANJUR [10/06] – Pusat Pengkajian dan Perencanaan Wilayah (P4W) IPB University menyelenggarakan Pelatihan Pemetaan Partisipatif pada Selasa, 10 Juni 2025 di Desa Kebonpeuteuy, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur sebagai bagian dari inisiatif pelestarian sumber daya air berbasis masyarakat.
Pelatihan ini diikuti oleh anggota Kelompok Tani Milenial Kayu Manis Desa Kebonpeuteuy sebagai peserta utama, yang dibekali keterampilan teknis dalam menggunakan aplikasi Avenza Maps untuk memetakan titik-titik sumur resapan secara akurat. Selain itu, pemetaan juga dilakukan pada tempat-tempat yang dilindungi, seperti sumber mata air dan situs bersejarah atau bernilai budaya, lahan-lahan rawan longsor atau lahan dengan potensi rehabilitasi hingga titik-titik lokasi dengan permasalahan lingkungan lainnya.
Selanjutnya, peserta dibekali pelatihan penggunaan aplikasi Timemark, sebuah aplikasi kamera yang dilengkapi koordinat GPS untuk monitoring berkala di lapangan. Melalui pelatihan ini, warga dapat mendokumentasikan perubahan kondisi lokasi yang telah dipetakan, termasuk perkembangan vegetasi di lahan rehabilitasi dan kondisi sumur resapan dari waktu ke waktu.
“Pelatihan ini penting agar masyarakat dapat melakukan pemetaan secara mandiri dan memiliki data yang akurat untuk pemantauan kondisi lingkungan dan khususnya untuk monitoring sumur resapan,” ujar Rika Sartika, fasilitator pelatihan dari P4W IPB University.

Selain pelatihan teknis, peserta bersama fasilitator juga menyusun jadwal ground check (verifikasi lapangan) sebagai tindak lanjut dari hasil pemetaan awal. Tak hanya itu, sesi diskusi terbuka juga diadakan guna membahas beragam kendala yang dihadapi kelompok dalam pengembangan kelembagaan dan kegiatan mereka, mulai dari tantangan akses lahan, kurangnya dukungan teknis, hingga perlunya peningkatan kapasitas organisasi.
Salah satu peserta, Rustandi atau Kang Atan yang merupakan ketua Petani Milenial menyatakan antusiasmenya, “Sekarang kami bisa tahu dan tandai langsung lahan-lahan kritis untuk dipulihkan, serta potensi sumberdaya yang bisa dimanfaatkan, dan titik-titik lokasi yang berpotensi bencana dan harus dijaga. Semoga Petani Milenial membawa dampak baik bagi warga dan lingkungan serta apa yang menjadi cita-cita kami untuk melestarikan lingkungan tercapai satu persatu.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Kebonpeuteuy dapat menjadi contoh pelibatan generasi muda dalam upaya mendorong pelestarian lingkungan berbasis data partisipatif yang mendukung ketahanan air dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi penting sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelompok penyedia jasa lingkungan hidup di tingkat desa, sehingga mereka mampu berperan lebih aktif dan mandiri dalam menjaga kelestarian sumber daya alam. Selain itu, hasil kegiatan ini juga sebagai persiapan pelaporan berkala kepada Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Cianjur oleh kelompok penyedia jasa lingkungan hidup sebagai bentuk kontribusi terhadap perencanaan dan penguatan kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan di wilayah tersebut.
