
JAWA BARAT [6/10] — Upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga agenda global. Hal inilah yang menjadi semangat dalam kunjungan Danone Global, didampingi PT Tirta Investama (Danone Indonesia), ke lokasi Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH) di Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan ini difasilitasi oleh Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi multipihak dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak dari kelompok masyarakat, pemerintah daerah setempat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur selaku anggota Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Kabupaten Cianjur, anggota Forum Komunikasi Peduli Pengelolaan Lingkungan Hidup (FKPPLH) Kabupaten Sukabumi, serta Yayasan Konservasi Alam dan Lingkungan (YKAL). Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian sumber daya alam melalui pendekatan kolaboratif.

Foto: P4W IPB University
Rangkaian kunjungan diawali di Sub DAS Cibeleng, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Kawasan ini merupakan salah satu daerah tangkapan air penting yang berperan dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor industri di wilayah hilir.
Di Desa Titisan, delegasi Danone Global, PT Tirta Investama, dan P4W IPB University bersama FKPPLH Sukabumi melaksanakan diskusi bersama masyarakat dan multipihak mengenai berbagai kegiatan konservasi air yang telah dijalankan. Diskusi tersebut menyoroti praktik reboisasi, pembuatan sumur resapan, penerapan pertanian konservasi, serta bentuk kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam menjaga sumber daya air.
Selain diskusi, rombongan juga melakukan survei objek PJLH, meninjau langsung area konservasi dan infrastruktur pengelolaan air yang dikelola oleh masyarakat sebagai bagian dari skema pembayaran jasa lingkungan.

Foto: P4W IPB University
Setelah dari Sukabumi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Kebonpeuteuy, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, yang juga menjadi lokasi pelaksanaan skema PJLH.
Di lokasi ini, delegasi berdialog dengan kelompok masyarakat pengelola PJLH dan pemangku kepentingan lokal. Kegiatan meliputi diskusi bersama mengenai hasil pelaksanaan program, tantangan pengelolaan konservasi air, serta survei lapangan untuk meninjau objek konservasi seperti area penanaman kembali, sumur resapan, dan kegiatan pertanian ramah lingkungan.
Kunjungan ini menegaskan bahwa keberlanjutan sumber daya air hanya dapat dicapai melalui kemitraan lintas sektor. Melalui skema PJLH, masyarakat hulu tidak hanya menjadi penjaga lingkungan, tetapi juga penerima manfaat yang adil dari peran penting mereka dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
Penulis: Taufik Saifulloh
