
Cianjur — Warga Desa Kebon Peuteuy, Kabupaten Cianjur, tengah menyiapkan laporan pemeliharaan dan penagihan dana termin kedua program jasa lingkungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mereka menjaga keberlanjutan 26 sumur resapan yang telah dirawat sejak Maret lalu.
Ketua kelompok menjelaskan, laporan tersebut diperlukan sebagai syarat pencairan tahap kedua. Berisi data teknis mengenai kondisi sumur, kebersihan sekitar, dan kelayakan fungsi, laporan juga dilengkapi dokumentasi foto saat dan setelah kegiatan pemeliharaan.
“Laporan akan dikirim ke forum untuk diverifikasi. Setelah itu, baru dilakukan pencairan dana termin kedua,” ujarnya.
Forum diperkirakan akan melakukan verifikasi lapangan ke seluruh titik sumur dalam waktu tujuh hari setelah laporan diterima. Bila data dinyatakan lengkap, sisa dana pemeliharaan akan segera disalurkan kepada kelompok.
Selama penyusunan laporan, kelompok menghadapi beberapa kendala. Sebagian dokumentasi belum lengkap karena tidak semua kegiatan sempat direkam, sementara dua sumur milik Pak Abas dan Pak Ece perlu diganti akibat perubahan kepemilikan lahan.

Untuk memperlancar proses administrasi, tautan formulir pelaporan akan dibagikan langsung kepada anggota kelompok agar dapat diisi melalui gawai masing-masing.
Kegiatan pemeliharaan sumur resapan dijadwalkan dua kali setahun atau setiap empat hingga enam bulan. Di sisi lain, kelompok juga mulai mendata sekitar 20 sumur potensial baru di wilayah Barat Kusuma untuk ditawarkan kepada perusahaan yang ingin mendukung program jasa lingkungan.
Dalam waktu dekat, perusahaan lain dijadwalkan berkunjung ke Desa Kebon Peuteuy untuk melihat langsung hasil pemeliharaan sumur resapan. Upaya ini diharapkan menjadi contoh praktik baik pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat.
“Menjaga sumur berarti menjaga kehidupan,” ujar salah satu anggota kelompok. “Kami berharap program ini terus berlanjut agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.”
Penulis : Annisa Alviani
